Sunday, August 25, 2013

Sari

SMA saya dulu langganan banjir. Gak tahu kalo sekarang. Tapi dulu saking besarnya arus banjir yang masuk ke sekolah, saya pernah liat anak kecil lari ngejar sendal sampe anak dewasa lari mengejar motor yang ke bawa arus.
Sekolahnya asik, tapi berisik oleh pesawat yang lepas landas dan mendarat.
Suatu waktu, ketika tak ada guru dan tak ada guru yang mengawasi, teman dan sahabat saya, si Bagus mengajak pulang, dengan cara yang sederhana, melompati pager. Oke, gak masalah, sapa takut? Lagian sore ini ada film Yo Ko, mending pulang dan nonton.
Keluar dari kelas, bawa tas, dan pandangan lurus ke atas. Melihat situasi, gak ada guru, lari mendekati pager dan bersiap melompat.
Saya, Bagus dan Frankie, waktu itu abis ujan. Jadi tanah pada becek dan otomatis licin. Dan orang yang pertama naekin pager adalah si Frankie, lulus, dia berhasil ke luar. Si Bagus juga sukeses. Sialnya, giliran saya something terjadi. Karena sepatu licin, pas nginjek pager, selip deh. Jatoh, nyungsep, kepala duluan.
Jatoh sih emang hal biasa, tapi yang gak biasa ialah, jatoh, nyungsep, mendarat dekat kaki salah satu siswi primadona sekolah. Si Sari. Refleks langsung bangun, dan sebelum ditanya, berseru : "Gak pa pa, gak pa pa". Pergi, dan menoleh ke belakang, sial, bahan ketawaan.

No comments:

Post a Comment