Ibu saya kelahiran Palembang beberapa puluh tahun silam. Dan pada sebuah kesempatan, tugas membawa saya ke sana. AIV, sebuah pelatihan kerjasama antara relawan Korea Selatan dengan Kementrian Pendidikan Republik Indonesia.
Kami dari pulau Jawa berangkat bersama dari Soekarno-Hatta, beserta panitia lokal yang memang dari Jakarta. Perjalanan ke Palembang lancar jaya, sang pilot membawa burung besi dengan baik. Take off dan landing mulus. Dan sesampainya di Palembang, kami di bawa ke sebuah hotel yang diresmikan oleh pak SBY. Daftar, skip-skip, dapet kunci dan bersiap istirahat di kamar.
Beberapa dari kami langsung masuk lift, dan terlihat bahwa masing-masing dari kami menunjukan rasa percaya diri dan pernyataan, oke, ini bukan yang pertama.
Lift tertutup dan kami menekan tombol lantai masing-masing, tapi, gak ada, nothing happens, lampu lantai kagak nyala. Lift naik, ampe tingkat paling atas, pintu gak kebuka, lalu kembali turun ke lobby, dan pintu terbuka.
Hmm, oke, semua diam dan mencoba lagi, kali ini seseorang berkata, "Lift nya rusak?". Panik? Jelas, gila, gak mau saya kejebak dalam lift. Tiba-tiba pintu belakang lift kebuka. Semua pastinya pada kaget, dan masuklah seorang karyawan hotel. Dan terdengar suara dari salah satu teman seperjuangan berkata ,"Mas, kalo mau ke lantai 3 gimana ya?".
Dijawab "Tekan aja tombolnya". Semua diem. Seorang menekan tombol. Dan si karyawan tersenyum. "Kartu nya di gesek dulu Pak, baru neken tombol".
Oke, malu? Jelas. Tapi gapapa lah, dapet ilmu baru.
No comments:
Post a Comment